Saat beberapa SKB Bali dan NTB yang tergabung dibawah BPPNFI Regional VII Mataram melaksanakan Workshop Pendataan PNFI beberapa bulan yang silam dimana disinggung juga agar data SIM PNFI tersebut terpublikasikan sebagai salah satu bentuk keterbukaan, pelayanan masyarakat, dan pencitraan publik. Nah didalamnya juga termasuk bagaimana sekalian mempublikasikan lembaga SKB beserta program-programnya agar dikenal oleh masyarakat, setidaknya dilingkungannya masing-masing.
Dalam kegiatan worshop tersebut juga diselipkan pembuatan leaflet, poster, dan juga booklet sebagai beberapa jenis bentuk media untuk mempublikasikan program-program PNFI atau program SKB. Sebenarnya bentuk-bentuk media tersebut bagi kami di UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar bukanlah barang baru. Jauh sebelum masa otonomi daerah, kami sudah menggunakan media-media tersebut untuk mempublikasikan ataupun mensosialisasikan program-program kegiatan lembaga. Menurut kami beaya pembuatan poster, leaflet, folder, dan juga booklet terutama yang lux tentu lebih mahal. Jika medianya ingin dilirik, selain isi yang dituliskan di dalamnya tentu juga menarik secara fisik apakah menyangkut tata letak atau layout serta foto-foto dan ilustrasi yang ditampilkan.
Kembali pada saat workshop Pendataan SIM PNFI yang diselingi dengan pembuatan folder tersebut, membuat kami dari UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar bernostalgia ke masa lalu. Sayang karena kami sempat mengalami “badai” otonomi daerah membuat kami banyak sekali kehilangan berbagai dokumen termasuk arsip-arsip media cetak yang pernah kami buat (leaflet, folder, poster, serta bulletin) sehingga tentu sulit menunjukkan serta menguatkan argumentasi kami bahwa kami sejak puluhan tahun silam sudah menerbitkan jenis-jenis media yang disebutkan diatas.
Saat heboh-hebohnya vidio keong racun lipsing Shinta-Jojo di web vidio ternama YouTube, tiba-tiba saja saya terinspirasi, mengapa kita tidak memanfaatkan web vidio ini sebagai publikasi SKB serta program-programnya dalam format vidio? Pertimbangannya: daya jangkau Youtube mendunia, biaya untuk mengupload vidio tersebut murah bahkan tidak bayar sama sekali. Berpikir seperti iitu, saya kemudian belajar sendiri (autodidak) dengan membeli buku tentang Youtube. Untuk vidio saya juga tidak belajar khusus menggunakan peralatan yang canggih seperti kamera vidio yang mahal. Hanya dengan bermodalkan kamera digital Canon (maaf ini bukan pesan sponsor) saya merekam berbagai kegiatan SKB Kota Denpasar. Kemudian agar tidak usah ribet ngedit (karena belum bisa ngedit vidio) maka saya merekam kegiatan yang jadi obyek publikasi tersebut dengan batas waktu maksimal 5 menit (berdasarkan pengamatan di Youtube bahwa setiap vidio yang utuh seperti film bioskop dipecah menjadi beberapa bagian dan umumnya durasinya sangat pendek sekitar 10 memit bahkan ada juga yang hanya beberapa detik saja. Namun lumayan karena iklan juga kebanyakan durasinya beberapa detik, efek dan daya jangkau pesan yang disampaikannya pada sasaran/masyarakat sangat luar biasa. Bukankah program yang kita rekam dan kita publikasikan ke masyarakat ini juga pada dasarnya iklan? yakni promosi dan publikasi SKB?). Lagi pula kalau terlalu panjang tentu akan mendapatkan kendala saat menguploadnya. Pengalaman saya pernah mengupload vidio selama 10 jam untuk 1 vidio berdurasi beberapa detik, namun rata-rata lama penguploadan yang kami lakukan selama ini sekitar 30 menit untuk 1 vidio).
Sebelum saya memutuskan untuk menayangkan vidio-vdio pendek ini, saya juga browsing didunia maya, apakah sudah ada lembaga PNFI yang memakai Youtube? Ternyata sudah ada namun jumlahnya sangat sedikit dibandingkan ratusan lembaga PNFI yang kita miliki. Dan kebanyakan dilakukan segelintir lembaga kursus serta sekitar 3 lembaga pengelola PAUD di seluruh Indonesia. Pendidikan kesetaraan Paket A, B, Dan C? Ada! Hanya 1 lembaga, itu pun hanya paket C saja. Dari lembaga dan UPT PNFI? Bahkan belum ada.
Sebagai langkah awal dan mengisi waktu kosong, maka saya awalnya iseng-iseng saja, eh ternyata vidio yang cukup banyak yang selama ini saya rekam mengenai Pendidikan Kesetaraan di lembaga kami yang saya simpan di plashdisk dengan mudah masuk dan terupload. Saat awal penguploadan itu memakan waktu sekitar 30 menit untuk satu vidio yang berdurasi sekitar 0, 54 detik. Sejak percobaan itu berhasil maka waktu-waktu sela ketika tidak disibukkan dengan tugas rutin sebagai pamong belajar di UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar ini, saya isi dengan mengupload vidio-vidio yang kami rekam mengenai berbagai program kegiatan SKB kami (lagian berbagai foto dan vidio yang kita buat selama ini sungguh sangat kasihan dan terasa sis-sia kalau hanya dipasang dalam album dan teronggok dilaci meja). Silahkan rekan-rekan insan PNFI mencobanya karena bukankah ini juga termasuk tindakan yang innovatif yang selama ini dituntut kepada kita selaku insan PNFI? Rasanya lebih efektif dan mendunia dibandingkan kalau kita mempublikasikan kegiatan kita via media cetak konpensional seperti leaflet , folder, atau poster? Yah katakanlah untuk sementara menYouTubekan vidio pendek ini sebagai pelengkap dan variasi selain membuat leaflet, folfer, atau pun Poster. Dan ini sejalan dengan era informasi dan komunikasi elektronik dan juga dapat dibilang puture culture dibidang media informasi untuk program-program PNFI kan? Silahkan mencoba (smt).
Kontak Info Lain dan Alamat:
Kunjungi Blog kami: http://skbdenpasar.blogspot.com
Facebook:
skbkotadps@yahoo.co.id
Vidio:
Youtube SKB Kota Denpasar
Email: skbkotadps@yahoo.co.id dan skb.denpasar@gmail.com
Telp: (0361) 461892
Alamat: Jl. Trengguli I Tembau-Penatih Denpasar Timur - Bali
Facebook:
skbkotadps@yahoo.co.id
Vidio:
Youtube SKB Kota Denpasar
Email: skbkotadps@yahoo.co.id dan skb.denpasar@gmail.com
Telp: (0361) 461892
Alamat: Jl. Trengguli I Tembau-Penatih Denpasar Timur - Bali
Sabtu, 16 Oktober 2010
Jumat, 08 Oktober 2010
BAN BALI PERIKSA ADMINISTRASI DAN DATA SKB TERKAIT RENCANA AKREDITASI

Pada hari jumat tanggal 8 Oktober 2010 team assessor Badan Akreditasi Nasional (BAN) Propinsi Bali melaksanakan pemeriksaan serta sinkronisasi administrasi dan data berkaitan rencana akreditasi terhadap Pendidikan Kesetaraan “Saraswati” UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar. Tim assessor terdiri dari 4 orang yakni Profesor I Wayan Sadia, Ni Kadek Wartini, I Wayan Landrawan, dan I Nyoman Resep.
Sesuai dengan pengajuan akreditasi yang diusulkan oleh UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar maka diturunkan team untuk melaksanakan cek and ricek kelapangan untuk menyesuaikan serta mensinkroninasikan antara administrasi dan data pendukung sesuai yang telah dikirimkan ke Badan Akreditasi Nasional oleh UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar.
Menurut team assessor yang melaksanakan akreditasi dalam kata pengantarnya mengatakan bahwa akreditasi terhadap lembaga yang mengajukan akreditasi dalam penilaian saat ini lebih ketat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu Kepala UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar menegaskan untuk melakukan penilaian serta dalam melaksanakan pemeriksaan kelengkapan administrasi secara benar, “Kalau administrasi kami ada yang tidak sesuai dengan usulan sesuai persyaratan yang kami ajukan atau tidak lengkap silahkan ditulis dan dinilai sesuai standar penilaian. Kami tidak suka mengada-ada dan kami ingin terakreditasi secara benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kendati seandainya untuk itu lembaga kami tidak lolos dalam akreditasi ini”.
Pada visitasi ini ada dua observasi temuan: 1 minor pada program Paket A dan B, dan 2 minor pada Paket B. Secara spesipik adalah: Standar isi mencakup kurikulum seharusnya ditinjau secara berkala. Dan standarnya minor dan perlu dilengkapi bukti fisik; Frekuensi perubahan kurikulum dilakukan sebulan sekali untuk itu dokumentasinya perlu dilengkapi; Standar kompetensi kelulusan program paket A, B, dan C belum memiliki MOU; dan khusus untuk Program Paket Paket B belum dilengkapi data peserta didik yang mengikuti UNPK serta data kelulusan peserta. Visitasi diakhiri dengan peninjauan sarana prasrana berupa ruang belajar Paket A, B, dan C, ruang Lab. Bahasa, Ruang Lab. Komputer, Ruang keterampilan menjahit, Ruang belajar PAUD, dan Ruang Perpustakaan dan TBM (Taman Bacaan Masyarakat.
Demikian pelaksanakan pra akreditasi oleh team assessor Akreditasi terhadap lembaga Pendidikan Kesetaraan Kejar Paket UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar (smt).
Rabu, 06 Oktober 2010
MONEV DINAS DIKPORA KOTA DENPASAR DI UPT SKB DINAS DIKPORA KOTA DENPASAR

Monitoring dan Evaluasi tahun 2010 terhadap Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C “Saraswati” UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar dilaksanakan oleh Dinas Dikpora Kota Denpasar cq Bidang PNFI. Namun dalam monev kali ini dilaksanakan dan diwakili oleh Kasi PLS Dra. Ni Made Ayu Sulastri Ariani, M.Si beserta staf.
Adapun yang dimonev adalah administrasi kelompok Paket A, Paket B, dan Paket C serta data pendukung UNPK 2010 perode II bulan Nopember 2010. Monev dilaksanakan jam 18.00 wita sampai dengan jam 20.00 wita. Dari UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar hadir para pengelola Paket A A. A. Ngurah Dalem Astagina, SE, Paket B Dra. Ketut Lasmini, dan Paket C Dra. Ni Wayan Mastini.
Senin, 04 Oktober 2010
PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KESETARAAN PAKETB “SARASWATI” UPT SKB DINAS DIKPORA KOTA DENPASAR TAHUN 2010

Program Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan Paket B “Saraswati” UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar Tahun 2010 mulai dilaksanakan dan dibuka hari Minggu tanggal 3 Oktober 2010. Secara administrasi kegiatan ini sudah mulai dilaksanakan tanggal 14 September 2010 sampai dengan 24 September 2010. Namun karena terbentur dengan beberapa program UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar maka baru Hari Minggu tanggal 3 September 2010 dilaksnakan. Kegiatan ini menggunakan Dana APBN tahun 2010. Program yang dipilih adalah Keterampilan Komputer berupa pengenalan komputer, Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Pengenalan Internet.
Rencananya kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 30 kali pertemuan. Pesertanya adalah Peserta Didik Paket B Kelas VII. Peserta berjumlah 40 orang. Karena keterbatasan sarana belajar berupa komputer yang hanya 13 buah, maka peserta dibagi menjadi empat kelonpok yakni kelompok 1 hari Senin, kelompok 2 hari Selasa, kelompok 3 hari Rebo, dan kelompok 4 hari Jumat.Kursus dimulai jam 18.00 wita sampai dengan 21.00 wita.
Sesuai dengan hasil identifikasi kebutuhan belajar peserta didik, maka keterampilan yang paling diminati oleh mereka adalah keterampilan komputer. Ini sebagai indikasi bahwa tujuan mereka setelah menyelesaikan pendidikannya di Pendidikan Kesetaraan UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar adalah menjadi tenaga terampil dalam mencari pekerjaan. Tentunya salah satu keterampilan yang paling potensial untuk dikuasai adalah mampu nenguasai IT dan juga bahasa Inggris. Sebagai nara sumber atau Tenaga Pendidik adalah A. A. Ngurah Sumantri (smt).
Rabu, 22 September 2010
BIMBINGAN TEKNIS ADMINISTRASI BPPNFI REGIONAL VII MATARAM JILID II DI UPT SKB DINAS DIKPORA KOTA DENPASAR

Menindaklanjuti bimbingan teknis administrasi BPPNFI Regional VII Mataram hari Rabu tanggal 15 September 2010, pada hari Rabu tanggal 22 September 2010 kembali melaksanakan bimbingan Tenis Administrasi di UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar. Untuk kali ini yang memberikan bimbinganTeknis Administrasi adalah Bapak Asep Badaruddin, S.Pd dari seksi FSD BPPNFI Regional VII Mataram.
Dalam bimbingannya beliau mengatakan bahwa program-program PNFI di SKB selayaknya menjadi menjadi program percontohan dan unggulan. Untuk itu ada 8 standar unggulan PNFI yang menjadi acuan .
Namun demikian, menurut beliau bahwa SKB sesuai dengan tupoksinya tidak melakasnakan pengembangan model program PNFI. Akan tetapi dalam pelaksanaannya tanpa disadari SKB sudah melaksanakan pengembangan model ini.
Menurut beliau mengutip pernyataan Profesror Dr. H. Sudaryat Trisnamansyah, M.Pd. pakar dari BPPNFI Regional I Jayagiri Lembang bahwa tidak ada aturan baku model bagi SKB, tapi setidaknya mengandung unsur-unsur antara lain: studi pendahuluan, tinjauan pustaka, pengembangan konseptual, refisi model konseptual, uji coba model pertama, refisi secara empirik pertama, uji coba model kedua, refisi secara empirik kedua, model prototype. Validasi oleh para pakar atau akademisi, dan penyebarluasan model dan penerapannya di masyarakat.
Sementara itu Kepala UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar Drs. I Made Suena, M.Pd sangat gembira menyambut Bintek yang dilaksanakan oleh BPPNFI Regional VII Mataram. Beliau mengharapkan agar Bintek model ini dilaksanakan secara kontiniu dan berkala sehingga berbagai informasi dari BPPNFI Regional VII kepada SKB khususnya terhadap UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar dapat diserap oleh pelaksana teknis secara optimal. “Ketimbang mengirim seorang pamong belajar kami ke BPPNFI Regional VII untuk mengikuti suatu pelatihan belum tentu efektif karena menyangkut SDM pamong belajar bersangkutan dalam meyerap informasi sangat tidak merata. Dan apa yang diterima oleh pamong belajar tersebut kadangkala tidak mampu ditranspformasikan kepada rekan-rekannya di SKB ini. Masih menurut beliau model pembinaan jemput bola yang dilakukan oleh BPPNFI Regional VII menghemat biaya. “Penyerapan informasinya pun menjadi optimal jika dibandingkan seorang pamong belajar ditugaskan mengikuti pelatihan tentu kurang efektif dalam meyerap informasi. Dengan pembinaan langsung ke SKB setidaknya kekurangan seorang petugas teknis dalam menerima informasi akan dilengkapi oleh rekannya yang lain”.
Pembinaan juga diisi dengan diskusi serta Tanya jawab seputar permasalahan yang dihadapi oleh para pamong belajar UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar berkaitan dengan masalah yang dibahas dalam bimbingan teknis ini (smt).
Senin, 20 September 2010
PERINGATAN HAI KE 45 DAN GEBYAR PAUD SE KOTA DENPASAR
Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke 45 dan Gebyar PAUD se Kota Denpasar dilaksanakan di Lapangan Puputan Badung Denpasar. Peringatan HAI ke 45 dan gebyar PAUD ini dilaksanakan hari Minggu tanggal 19 September 2010. Kedua acara ini dibuka oleh Bapak Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra.
Dalam acara ini, Walikota didampingi oleh Sekkot Kota Denpasar AAN. Rai Iswara beserta kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar Drs. I Gusti Lanang Jelantik, M.Si selaku Ketua Panitia Penyelenggara acara. Hadir juga para undangan lainnya yakni Tim Penggerak PKK Kota Denpasar IA. Selly Dharmawijaya Mantra didampingi Wakil Ketua Antari Jaya Negara.
Acara dibuka dengan pawai PAUD se Kota Denpasar, mereka melakukan berbagai atraksi dengan berbagai busana adat se nusantara serta dengan berbagai kreativitasnya.
Kepala Dinas Dikpora KOta Denpasar I Gusti Lanang Jelantik selaku Ketua Panitia Penyelenggara acara HAI ke 45 dan Gebyar PAUD se Denpasar dalam laporannya mengatakan acara ini diselenggarakan sebagai salah satu wahana pentas kreativitas anak dan sebagai momentum acara evaluasi terhadap hasil pencapaian pemberantasan buta aksara yang merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2010. Selain itu maksud dan tujuan acara ini yakni memberikan ruang gerak kepada anak usia dini untuk melakukan berbagai aktivitas dan kreativitas yang disesuaikan dengan kelompok umur mereka dalam rangka mewujudkan Denpasar sebagai Kota layak anak yang telah dicanangkan oleh Walikota pada tanggal 20 Februari 2010.
Sementara itu Bapak Walikota menyambut baik dengan digelarnya acara gebyar PAUD dan peringatan HAI ke 45 tahun 2010 sebagai momentum dan kerangka kerja strategis untuk memberdayakan seluruh potensi yang dimiliki sesuai yang telah dicanangkan oleh UNESCO agar semua negara anggota PBB melakukan upaya pengembangan PAUD dan pemberantasan buta aksara.
Bapak Walikota juga mengatakan, Pemkot Denpasar telah menetapkan kebijakan untuk pengembangan akses PAUD, bahkan sudah mencanangkan Denpasar sebagai kota layak anak serta upaya pemberantasan buta aksara. Selanjutnya Bapak Walikota menyerahkan piala dan tanda penghargaan kepada para pemenang lomba serangkaian dengan gebyar PAUD dan Hari Aksara Internasional ke 45 didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar IA. Sally Dharmawijaya Mantra, Bapak Sekkot, dan Bapak Kadis Dikpora Kota Denpasar (sumber berita: DenPost Senin,20-09-2010).
Dalam acara ini, Walikota didampingi oleh Sekkot Kota Denpasar AAN. Rai Iswara beserta kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar Drs. I Gusti Lanang Jelantik, M.Si selaku Ketua Panitia Penyelenggara acara. Hadir juga para undangan lainnya yakni Tim Penggerak PKK Kota Denpasar IA. Selly Dharmawijaya Mantra didampingi Wakil Ketua Antari Jaya Negara.
Acara dibuka dengan pawai PAUD se Kota Denpasar, mereka melakukan berbagai atraksi dengan berbagai busana adat se nusantara serta dengan berbagai kreativitasnya.
Kepala Dinas Dikpora KOta Denpasar I Gusti Lanang Jelantik selaku Ketua Panitia Penyelenggara acara HAI ke 45 dan Gebyar PAUD se Denpasar dalam laporannya mengatakan acara ini diselenggarakan sebagai salah satu wahana pentas kreativitas anak dan sebagai momentum acara evaluasi terhadap hasil pencapaian pemberantasan buta aksara yang merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2010. Selain itu maksud dan tujuan acara ini yakni memberikan ruang gerak kepada anak usia dini untuk melakukan berbagai aktivitas dan kreativitas yang disesuaikan dengan kelompok umur mereka dalam rangka mewujudkan Denpasar sebagai Kota layak anak yang telah dicanangkan oleh Walikota pada tanggal 20 Februari 2010.
Sementara itu Bapak Walikota menyambut baik dengan digelarnya acara gebyar PAUD dan peringatan HAI ke 45 tahun 2010 sebagai momentum dan kerangka kerja strategis untuk memberdayakan seluruh potensi yang dimiliki sesuai yang telah dicanangkan oleh UNESCO agar semua negara anggota PBB melakukan upaya pengembangan PAUD dan pemberantasan buta aksara.
Bapak Walikota juga mengatakan, Pemkot Denpasar telah menetapkan kebijakan untuk pengembangan akses PAUD, bahkan sudah mencanangkan Denpasar sebagai kota layak anak serta upaya pemberantasan buta aksara. Selanjutnya Bapak Walikota menyerahkan piala dan tanda penghargaan kepada para pemenang lomba serangkaian dengan gebyar PAUD dan Hari Aksara Internasional ke 45 didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar IA. Sally Dharmawijaya Mantra, Bapak Sekkot, dan Bapak Kadis Dikpora Kota Denpasar (sumber berita: DenPost Senin,20-09-2010).
Rabu, 15 September 2010
BIMBINGAN TEKNIS ADMINISTRASI BPPNFI REGIONAL VII DI UPT SKB DINAS DIKPORA KOTA DENPASAR

Pada hari Rabu tanggal 15 September 2010, Balai Pengembangan Pendidikan Non Formal dan Informal (BPPNFI) Regional VII Mataram melaksanakan bimbingan teknis administrasi Program Block Grant Bantuan Sosial. Yang hadir melaksanakan bimbingan teknis administrasi ini adalah Kepala Balai Bapak Rony Gunarso, M.M.Pd dan Bapak Mohhssoni, S.Pd.
Tujuan Bimbingan Teknis Administrasi ini adalah memberikan bimbingan dan pengarahan kepada UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar berkaitan dengan program-program bantuan sosial bloc grant yang diluncurkan via BPPNFI Regional VII Mataram.
Bimbingan teknis dan administrasi block grant sangat bermanfaat bagi UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar sehingga pada masa yang akan datang dapat mengelola semua program bantuan BPPNFI Regional VII sesuai dengan Tupoksinya.
Bimbingan ini tentunya diharapkan berkesinambungan serta berkala sehingga dapat meningkatkan wawasan serta kinerja cq kinerja Pamong Belajar SKB sebagai ujung tombak pelaksana program PNFI.
Selanjutnya Bapak Mohhssoni, M.Pd memberikan bimbingan teknis administrasi kepada para pengelola pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar sehingga mereka diharapkan ada peningkatan wawasan serta SDMnya dalam menyelenggarakan pendidikan kesetaraan.
Dalam kesempatan ini, Bp. Kepala Balai juga mengharapkan Kepala SKB beserta Pamong Belajarnya untuk menyampaikan segala kesulitan dan kendala yang dihadapi berkaitan dengan semua bantuan BPPNFI Regional VII.
Beliau juga berdiskusi dengan Kepala SKB dan staff menyangkut sarana dan prasarana di UPT SKB Dinas Dikpora yang sangat jauh dari layak untuk sebuah UPT yang menangani program-program PNFI di Kota Denpasar. Beliau sangat prihatin melihat ruang kerja SKB ini yang sangat sempit, "Seperti suasana ruangan sebuah bus" demikian perumpamaan beliau.
Langganan:
Postingan (Atom)